Sudah Menjadi Resiko

Asian Games 2018 Jakarta-Palembang baru saja resmi berakhir sama-sama kita ketahui pergelaran olahraga terbesar di kawasan benua Asia kembali di rebut oleh negeri tirai bambu, dengan membawa atlet terbanyak setelah tuan rumah negri tiongkok berhasil momboyong 132 gold, 92 silver, 65 bronze dan di ikutin negara Jepang, Korea Selatan, tuan rumah Indonesia ada di posisi keempat.

 

Banyak yang meragukan Indonesia ketika menjadi tuan rumah pengganti setalah Vietnam merasa tidak menyanggupkan diri untuk menggelar event olahraga terbesar di Asia, karena banyak venue yang belum siap, dan persiapan yang sangat mepet dengan event tetapi dengan berjalannya waktu Indonesia berhasil membuat dunia terpukau dengan hasil dari Asian Games. Dari opening ceremony, sampai closing ceremony membuat dunia sangat puas dengan apa yang sudah disajikan Indonesia untuk dunia.

 

Tuan rumah Indonesia berhasil mendulang 31 emas, dan ini pencapaian melibihi target yang diberikan oleh pemerintah. Tetapi lagi-lagi dari cabang paling favorite di dunia Indonesia gagal mendapatkan mendali.

 

Pencapian cabang sepak bola hanya berhenti di babak 16 besar, pencapaian tersebut sama seperti 4 tahun lalu ketika Asian Games Inchon Korea Selatan. 4 tahun lalu Indonesia diberhentikan oleh Korea Utara dengan sekor 4-1, dan Asian Games yang baru saja berakhir Indonesia harus dipaksa kekuar tertuduk lesu oleh UEA melalui drama tendangan pinalty.

 

Di dalam dua edisi terakhir Asian Games cabang sepak bola selalu berhasil lolos dari fase group bukan sebuah yang bisa dianggap sebelah mata, karena kita harus bersaing dengan negara-negara besar di kawasan Asia. 

 

Di dua edisi terakhir Andritany menjadi pemain yang selalu masuk di sekuad Asian Games cabang sepak bola, di pertandingan pertama melawan China Taipe Andritany membuat dua sejarah baru untuk dirinya. Mendapat kartu kuning pertama selama membela timasional di U-23 atau timnasional senior, berikutnya atlet pertama yang mengikuti dua edisi Asian Games di cabang sepak bola. Incheon, dan Jakarta-Palembang.

 

Banyak yang menarik bisa kita bahas saat Asian Games berakhir dari opening cremony, emas pertama dari cabang taekwondo, netizen yang mencaci Gintting saat cidera, legenda Persija mengkeritik Febri yang pada kenyataannya Febri di puji oleh tim lawan, dan banyak lagi yang tidak bisa saya jabarkan satu per satu.

 

Emas pertama Indonesia di dulung atlet taekwondo oleh Defia Rosmainar, dan berikutnya ada atlet wushu, ada pancak silat yang mendulang 14 emas, dan banyak cabang olahraga lain yang mendulang emas. Dan mereka pendulang mendali harus kita berikan apresiasi yang sudah mebuat harum nama bangsa Indonesia di kanca dunia.

 

Gintting pahlawan Indonesia yang telah memberikan seluruh kemampuannya demi Merah Putih saat itu Gintting hampir saja mengalahkan lawannya yang berasal dari negri Tirai Bambu pada saat itu yang saya lihat dari kaca mata Ginting mengalami keram otot yang pada akhirnya tidak bisa melanjutkan pertandingan. Semua kemampuan yang dia miliki telah dicurahkan semua demi bangsa dan negara ini. Yang dia dapatkan setelah pertandingan bukan pujian, tetapi cacian dan makian dari netizen yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, walau tidak semua netizen mencaci, tetapi menurut saya tidak pantas ketika pahlawan yang gugur dalam perang harus dicaci.

 

Febri Hariadi pemain muda milik Persib Bandung yang memiliki skill dan kecepatan, dia bermain sangat bagus ketika di Asian Games 2018 sampai pelatih lawan memujinya, tetapi saya tidak mengerti dengan bangsa kita yang mengatakan Febri bermain seperti orang yang tidak sadar (mabuk). Pada kenyataannya Febri selalu menjadi pilihan utama dari sekuad Luiz Milla. Apakah Luiz Milla yang salah memainkan pemain yang katanya mabuk, atau kita yang lebih paham tentang strategi, dan taktik ketimbang Luiz Milla.

 

Setiap profesi memang selalu ada resiko kritik, pujian, cacian, hinaan, dan sampai  privacy menjadi salah satu resiko seorang atlet.

 

Dan menurut seorang Andritany semua itu  hal yang biasa, dan semestinya seorang atlet juga sudah memahami tentang itu.

 

 

 

Never give up and stay strong

 

 

 

Tamat….