Kebanggan Ardhiyasa

Jelang beberapa hari sebelum laga persahabatan dengan Malaysia digelar, media massa ramai memberitakannya. Wajar, karena ini adalah pertandingan Tim Nasional (Timnas) Indonesia untuk pertama kalinya setelah sanksi selama kurang lebih 18 bulan dari FIFA dicabut.

Mungkin karena rasa rindu yang teramat besar dari masyarakat kita melihat Timnasnya berlaga, pertandingan itu pun menjadi topik pembicaraan yang hangat. Ditambah lawan uji coba yang dihadapi adalah Harimau Malaya, musuh bebuyutan Tim Garuda.

Bagi saya pribadi dan keluarga Ardhiyasa, laga hari itu adalah laga istimewa. Betapa tidak? Saya dan kakak saya, Indra Kahfi Ardhiyasat terpilih menjadi bagian dalam barisan skuat Merah-Putih. Pertama kali bagi keluarga Ardhiyasa dan bisa jadi juga yang pertama bagi keluarga dari Betawi. Kakak-beradik asal Betawi berada dalam Timnas.

Sejak awal kami berdua dipanggil untuk ikut tahap seleksi Timnas, saya sudah sangat senang. Saya makin senang saat saya dipercaya sebagai starter dalam duel kontra Malaysia yang digelar Selasa, 6 September 2016 di Solo. Rasa bahagia makin yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata saat Indra masuk ke lapangan sebagai pemain pengganti pada 8 menit akhir laga malam itu.

Saya juga yakin kedua orang tua kami pasti bahagia. Kedua putranya bisa tampil bersama membela Tim Merah Putih, membela negara yang kami cintai. Peristiwa ini semakin memompa semangat saya untuk terus memberikan yang terbaik selama dipercaya bermain untuk Timnas. Kami akan berbuat yang terbaik untuk negara kami tercinta.

Dan kami sampai di level ini bukan hanya salah satu orang yang beruntung, kami bisa sampai disini berkat kerja keras dan pantang menyerah. Itu lah yang selalu di tanamkan oleh orang tua kami sejak kecil.

Tamat….